Wednesday, March 02, 2005

Mission

Mission
(lyric by Neil Peart)

Hold your fire - Keep it burning bright
Hold the flame 'til the dream ignites-
A spirit with a vision is a dream with a mission

I hear their passionate music
Read the words that touch my heart
I gaze at their feverish pictures
The secrets that set them apart
When I feel the powerful visions
Their fire has made alive
I wish I had that instinct-
I wish I had that drive

Spirits fly on dangerous missions
Imaginations on fire
Focused high on soaring ambitions
Consumed in a single desire
In the grip of a nameless possession-
A slave to the drive of obsession-
A spirit with a vision
Is a dream with a mission...

I watch their images flicker
Bringing light to a lifeless screen
I walk through their beautiful buildings
And I wish I had their dreams
But dreams don't need to have motion
To keep their spark alive
Obsession has to have action-
Pride turns on the drive

Spirits fly on dangerous missions
Imaginations on fire
Focused high on soaring ambitions
Consumed in a single desire
In the grip of a nameless possession-
A slave to the drive of obsession-
A spirit with a vision
Is a dream with a mission...

It's cold comfort to the ones without it
To know how they struggled - How they suffered about it
If their lives were exotic and strange
They would likely have gladly exchanged them
For something a little more plain
Maybe something a little more sane
We each pay a fabulous price
For our visions of paradise
But a spirit with a vision
Is a dream with a mission...


album Hold Your Fire ini aku beli di bandung waktu lulus SMA/high school. habis tes FSRD, sorenya hunting kaset di Aquarius Dago. juga beli Permanent Waves & Grace Under Pressure. dari tiga kaset ini HYF paling jarang aku dengar, boring for the first time, PW technically lebih kick ass, sementara GUP lebih "rocks" & catchy. tapi setelah setahun-2 tahun berlalu, baru sadar HYF ini ada beberapa hidden treasure, Second Nature, Open Secrets & MISSION ini. di banyak kompilasi the best Rush mungkin Force Ten & Time Stand Still (ini memang beautiful song) sering dimuat, tapi aku berani berargumen MISSION-lah lagu terbaik di album ini. lagu ini punya segalanya :
- karakter rush 80'an betol2 tampak
- salah satu lirik terbaik yg pernah dibuat neil peart
- aransemen yg kick ass
- atmosfir lagu (perhatikan solo gitar di ending lagu, betul2 tematik & menghiris kalbu, pas dengan lagunya...so passionate)
lagu ini betul2 menginspirasi, menyemangati jiwa tanpa harus membakarnya,...


perhatikan baris2 ini :
Hold your fire - Keep it burning bright
Hold the flame 'til the dream ignites-
A spirit with a vision is a dream with a mission

sejak awal lagu sudah tampak semangat optimistik,
"Hold the flame 'til the dream ignites"

dan baris terakhir :
"We each pay a fabulous price for our visions of paradise"
...ada harga yg harus dibayar untuk setiap "visi surga"/impian kita...
falsafah kehidupan yg mungkin klise tapi diungkapkan dalam bahasa yg puitis yg tidak klise.
best! best!!!

Sunday, February 27, 2005

ndoo "evergreen" song list

RUSH
1. Subdivisions
2. Middletown Dreams
3. Mission

SITI NURHALIZA
1. Janji Kasih
2. Cinta Tak Berganti

KING CRIMSON
1. Starless
2. Epitaph (versi Epitaph 1994)
3. I Talk To The Wind
4. In The Court Of The Crimson King (versi BBC 1969)

MARILLION
1. Pseudo Silk Kimono
2. Kayleigh
3. Lavender

EXTREME METAL
1. Dissection - Night's Blood (versi demo)
2. Amorphis - Exile Of The Sons Of Uisliu

POWER METAL
1. Dark Moor - A New World
2. Rhapsody - Emerald Sword
3. Blind Guardian - Val Halla
4. Stratovarius - Father Time

to be continue...

Middletown Dreams

Middletown Dreams
(lyric by Neil Peart)

The office door closed early
The hidden bottle came out
The salesman turned to close the blinds
A little slow now, a little stout
But he's still heading down those tracks
Any day now for sure
Another day as drab as today
Is more than a man can endure

Dreams flow across the heartland
Feeding on the fires
Dreams transport desires
Drive you when you're down -
Dreams transport the ones
Who need to get out of town

The boy walks with his best friend
Through the fields of early May
They walk awhile in silence
One close - one far away
But he'd be climbing on that bus
Just him and his guitar
To blaze across the heavens
Like a brilliant shooting star

The middle-aged madonna
Calls her neighbour on the phone
Day by day the seasons pass
And leave her life alone
But she'll go walking out that door
On some bright afternoon
To go and paint big cities
From a lonely attic room

It's understood
By every single person
Who'd be elsewhere if they could
So far so good
And life's not unpleasant
In their little neighbourhood

They dream in Middletown...


Power Windows adalah termasuk 3 album rush pertama yg aku dengar selain Counterparts & Chronicles, semasa kelas 2 SMA. waktu itu cuma klik Big Money & Marathon. baru 6 tahun kemudian sadar indahnya lagu Middletown Dreams ini, a hidden treasure. sampai sekarang jadi lagu terfavorit dari album Power Windows.

Thursday, February 17, 2005

Subdivisions

Subdivisions
(lyrics by Neil Peart)

Sprawling on the fringes of the city
In geometric order
An insulated border
In between the bright lights
And the far unlit unknown

Growing up it all seems so one-sided
Opinions all provided
The future pre-decided
Detached and subdivided
In the mass production zone

Nowhere is the dreamer
Or the misfit so alone

Subdivisions -
In the high school halls
In the shopping malls
Conform or be cast out
Subdivisions -
In the basement bars
In the backs of cars
Be cool or be cast out
Any escape might help to smooth
The unattractive truth
But the suburbs have no charms to soothe
The restless dreams of youth

Drawn like moths we drift into the city
The timeless old attraction
Cruising for the action
Lit up like a firefly
Just to feel the living night

Some will sell their dreams for small desires
Or lose the race to rats
Get caught in ticking traps
And start to dream of somewhere
To relax their restless flight

Somewhere out of a memory
Of lighted streets on quiet nights...


the best rush lyric & song ever!!!

teringat dulu pertama kali lihat videonya...
waktu itu kelas 2 sma, main ke rumahnya novi, temen smp tapi dah lain sma. pinjam video musik di apple (RIP, rental video & game sega, langganan, hehehe... tiap pulang sekolah sering mampir situ main sega sampai sore)...dapat rush - through the camera eye...sekarang baru tahu kalo video tu langka banget, belum dirilis ulang baik vcd/dvd, ihik-ihik tahu gitu dulu dikopi pisan...
setel di kamar novi yg waktu itu lebih mirip kamar drakula, hehehe...membuatku langsung jatuh hati (dan tk pernah lepas sampai sekarang) pada mr neil peart, sang drummer rush. lagu super kompleks dalam birama yg sebagian besar 6/4 & 7/4 atau 7/8 & fill-in polyrithmic yg rasanya sungguh mustahil dimainkan drummer biasa, beliau mainkan dengan santainya memakai kaos polos lengan panjang ala orang pesakitan!!! this guy kicks ass!!!

dan kebetulan videonya pun "sma banget", ttg nerd guy yg tersisih dari pergaulan di schoolnya. Tapi yg asyik betol adalah kandungan liriknya.
1 dekade sebelum cultural studies menjadi pokok bahasan ilmiah yg ramai, neil peart sudah membahas sedikit bab tentang itu dalam lagu ini, tentang pengaruh kehidupan sosial di lingkungan sub-urban terhadap remaja, dan (since mr neil terkenal dgn lirik2 yg menyuarakan "independensi"/individual freedom) lebih spesifik lagi bagaimana kehidupan sub-urban itu seringkali tidak memberi peluang bagi remaja untuk tumbuh menjadi pribadi-pribadi yg khas/spesial....tengok saja bait-baitnya :

Growing up it all seems so one-sided
("beranjak dewasa/berkembang, rasanya semuanya serba "satu arah"/satu-sisi, tidak ada second view atau tidak ada kesempatan bagi alternatif view untuk eksis")

Opinions all provided
("semua opini/pendapat/perkataan/pikiran/perbuatan sudah "disediakan", karena paradigmanya sudah dibentuk one-sided")

The future pre-decided
("...(akibatnya) seolah2 dengan demikian masa depan pun seperti sudah "ditentukan" /pre-deciced karena tidak alternatif thinking about future dari masing2 individu, semua sama")

Detached and subdivided
("...(akhirnya) semua orang terpilah-pilah/terkotak-kotak...")

In the mass production zone
("...dalam zona produksi masal, baik sebagai pelaku maupun konsumen")

dua baris terakhir ini harus dipahami dalam konteks kehidupan sub-urban, yaitu tempat/daerah pinggiran kota yg mensuplai hunian/pemukiman bagi pekerja2 yg bekerja di pusat kota (yg tiap pagi-sore pergi pulang, menyebabkan trafic) plus mensuplai lokasi2 industri yg sekiranya tidak bisa ditempatkan di dalam kota, atau memang sudah dialokasikan untuk ditempatkan di area sub-urban.
mereka yg hidup di sana, dengan lingkungan yg seperti itu (industrial-blue collar worker/officer), cenderung membentuk paradigma remajanya bahwa masa depannya pun seperti itu, even sejak remaja/anak2 pola pikirnya sdah terbentuk ke sana dengan sendirinya, tidak alternatif masa depan.
dalam "zona produksi masal" (industri dan produknya), mereka jadi pelaku (yg memproduksi, sbg worker/officer) tapi juga sekaligus sebagai pangsa pasar/konsumen. Dan di dalam dua "kategori" ini, mereka terkotak-kotak/terpilah-pilah/tergolong-golongkan...

membaca baris2 ini aku sering merinding, pengalaman semasa jadi teenager, susah untuk menjadi berbeda, berbeda means freak, & freak will be castout!!! ada rasa keterasingan, keputusasaan tapi juga ada harapan.
mr peart bisa mengcapture perasaan itu dgn luarbiasa, tanpa kalimat yg menghakimi, sarkas, emosional ataupun putusasa, tetap objektif & puitis (dengan vocabulary yg sama sekali nggak puitis, cenderung ala cultural studies textbook).

ini juga...betol2 kereeen :

Some will sell their dreams for small desires
("beberapa akan menjual mimpinya demi keinginan/"nafsu" kecil/sesaat (yang kemudian akan menuntun mereka ke dalam rat race")

Or lose the race to rats
("atau kalah dalam "balapan tikus" - bagi yang sudah baca bukunya Robert Kiyosaki pasti paham artinya)

Get caught in ticking traps
("...tertangkap/terperangkap dalam "perangkap" (balapan tikus itu)")

And start to dream of somewhere
("...dan (hanya bisa) mulai mengangankan dimana/apa (impian mereka - yg terbang, hilang entah ke mana karena sudah terjebak dalam rat race tadi)"

To relax their restless flight
("...(sekedar) untuk merelakskan "penerbangan mereka yg tiada henti/istirahat", atau untuk sekedar memberi rasa santai sejenak dalam rat race yang tiada henti"

interpretasi ku : seringkali banyak orang terjebak untuk berpikir dan bertindak pragmatis dalam kehidupan sekedar untuk memenuhi "hasrat sesaat"/small desires, tergoda untuk give up/ignore terhadap proses menuju tercapainya impian/cita-cita, yang akhirnya menjauhkan mereka dari "jalur yg benar menuju impian mereka" dan lalu terjebak dalam "balapan tikus"...

dalam kesimpulannya, mr peart tidak bersikap sarkas dengan mengkutuk2 kondisi itu (seperti yg lazim kita temui dalam genre musik rock yg lebih "hard" macam punk, metal or hardcore/extreme metal), atau macam lagu2 kritik sosial yg cenderung "membakar jiwa" dan memicu untuk berontak. beliau malah mengungkapkan dengan sendu :

Any escape might help to smooth the unattractive truth
("setiap pelarian mungkin dapat (lihat pemakaian "might" disini, betul2 polite & smooth, halus sekali) membantu mengabaikan/mengaburkan kenyataan yg tidak atraktif itu - penggunaan frase "unattractive truth" mungkin didasari pemikiran bahwa kondisi ini seringkali tidak disadari karena ORANG SUDAH TERLANJUR TERJEBAK DIDALAMNYA DAN TIDAK SEMPAT LAGI MELIHATNYA DARI VIEW YG LAIN, atau sekedar pengungkapan dgn penuh rendah hati bahwa bisa saja kebenaran itu juga relatif adanya sehingga tidak cukup atraktif")

But the suburbs have no charms to soothe the restless dreams of youth
("tapi lingkungan sub-urban tidak cukup mempesona/menarik untuk menentramkan/menenangkan gelora impian2 anak2 muda - lihat pemakaian "charms to soothe", mr peart tidak memakai ungkapan yg kasar/langsung macam "the sub-urbs kill youth's dream" dsb, tapi beliau ambil dari sudut pandang pencerita/orang ketiga, halus sekali)

kesimpulan yg tidak menghakimi, tapi sekedar memberi gambaran realiti, keputusannya terserah kepada majelis pendengar lagu/pembaca lirik, ia hanya menginspirasi, meninggalkan pertanyaan : "jadi, bagaimana???"

Monday, February 14, 2005

Jadi...kenapa TumpengMaut???

kenapa "tumpengmaut"?
hehehe sebagai fans berat kartolo cs, rasanya bakal keren kalau nama blogku ini masih kartolo-related....tumpengmaut itu salah satu episode kartolo cs yang paling lucu (IMHO), ...tapi still the best is : Loro Pangkon & Dalang Gersang!!! hwahahaha

lalu...kenapa "tumpengmaut"??
nhaa...sekarang alasan yg lebih dalam...
tumpeng disini adalah simbol sesuatu yg berisi, seperti tumpeng itu sendiri yg komplit terdiri dari nasi kuning, iwak ayam, plus lauk2 lain yg optional, plus jajan pasar...pepek, lengkap, ada semua dalam satu wadah. melambangkan blogku ini, yg ibarat tumpeng, isinya variatif tapi tetap satu tempeh, pengennya ttg thoughts (minda), music (nada) & tribute to kartolo plus semua humor yg ada di muka bumi ini (canda)...
ditambahi "maut", artinya semoga "tumpeng" ini cukup memberi "efek" setidaknya bagi saya (obat iseng) dan bagi "orang-orang nganggur-curious-nggak ada kerjaan" yg membacanya hehehe
ngono lho 'derek jlentrehe, nggih?

lalu...kenapa "tumpengmaut"???
....whoo, sampeyan takon terus ae seh?!...